RASISME DI ERA DIGITAL: PERAN LITERASI DIGITAL DALAM KONFLIK NETIZEN ASIA TENGGARA DAN KOREA SELATAN

Authors

  • Naissa Shahira Kurniawati Universitas Singaperbangsa Karawang Author

Keywords:

Rasisme Digital, Literasi Digital, Korea Selatan, Asia Tenggara, Ujaran Kebencian, Media Sosial

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena rasisme di era digital, khususnya dalam konteks hubungan antara Korea Selatan dan negara-negara Asia Tenggara. Seiring dengan meluasnya pengaruh budaya Korea (Hallyu)—yang mencakup K-Pop, drama, film, dan gaya hidup Korea—ke seluruh Asia Tenggara, berbagai bentuk diskriminasi rasial digital mulai muncul. Manifestasinya beragam, mulai dari ujaran kebencian di platform media sosial seperti YouTube, Twitter/X, dan komunitas daring Korea, hingga stereotip negatif berbasis algoritma yang secara sistematis mereproduksi hierarki rasial di dunia maya.Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang didasarkan pada tinjauan literatur sistematis dan analisis wacana kritis terhadap lebih dari 30 sumber akademis yang relevan, artikel ini mengidentifikasi pola-pola rasisme digital, faktor-faktor struktural yang memperparahnya—termasuk desain algoritma, ketidakseimbangan kekuatan budaya, dan kurangnya regulasi lintas batas—serta peran literasi digital sebagai alat untuk meredam konflik antarbudaya.Temuan menunjukkan bahwa literasi digital yang memadai, yang mencakup keterampilan kritis, etis, dan partisipatif, dapat berfungsi sebagai jembatan untuk mengurangi ketegangan rasial di ranah digital. Artikel ini selanjutnya mengusulkan model literasi digital anti-rasisme yang didasarkan pada tiga pilar: kesadaran kritis, tindakan etis, dan partisipasi transformatif. Implikasi kebijakan direkomendasikan bagi lembaga pendidikan formal di Korea Selatan dan negara-negara ASEAN, platform digital, serta pemangku kepentingan regional dalam upaya membangun ekosistem digital yang lebih inklusif dan bebas diskriminasi.

References

Castells, M. (2015). Networks of Outrage and Hope: Social Movements in the Internet Age (2nd ed.). Cambridge: Polity Press.

Cho, J. , & P. S. (2019). Digital Literacy and Online Racism: Evidence from South Korea. Information, Communication & Society, 22(9), 1315–1330.

Daniels, J. (2009). Cyber Racism: White Supremacy Online and the New Attack on Civil Rights. Lanham: Rowman & Littlefield.

Flew, T. (2019). Digital Communication, the Crisis of Trust, and the Post-Global. Communication Research and Practice, 5(1), 4–22.

Hadley, A. , & T. M. (2021). Online Hate Speech Targeting Southeast Asian Communities in East Asia During COVID-19. Media, Culture & Society, 43(5), 900–917.

Kim, H. (2020). Racism and Multiculturalism in South Korea: Policy Responses and Challenges. Asian Ethnicity, 21(3), 322–340.

Lee, M., & Park, J. (2021). Anti-Southeast Asian Discrimination in South Korea: A Social Media Analysis. Journal of Ethnic and Migration Studies, 47(11), 2519–2536.

Lim, M. (2018). Roots, Routes, and Routers: Communications and Media of Contemporary Social Movements in Southeast Asia. Journalism & Communication Monographs, 20(2), 92–136.

Nguyen, T., T., H. D., Pérez-Stable, E. J., & Kaholokula, J. K. (2020). Discrimination and Adverse Experiences Among Asian American Youth. JAMA Pediatrics. Https://Doi.Org/10.1001/Jamapediatrics.2020.0351, 174(7), 672–678.

Park, J.-H. (2022). K-Pop Fandom and Anti-Blackness: Examining Racial Discourse in Korean Online Communities. Popular Music and Society, 45(2), 185–202.

UNESCO. (2013). Media and Information Literacy: Policy and Strategy Guidelines. Paris: UNESCO.

Downloads

Published

12-05-2026

How to Cite

RASISME DI ERA DIGITAL: PERAN LITERASI DIGITAL DALAM KONFLIK NETIZEN ASIA TENGGARA DAN KOREA SELATAN. (2026). Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi Dan Humaniora, 3(1), 39-46. https://jurnal.qolamuna.id/index.php/JQ/article/view/333

Similar Articles

21-30 of 43

You may also start an advanced similarity search for this article.