MEMBINGKAI VERNAKULARISASI AL-QUR’AN BAHASA JAWA BANYUMASAN DENGAN RUMUSAN HERMENEUTIK: ANTARA SUKSESI KEPENTINGAN DAN PROBLEMATIKANYA

Authors

  • Silma Fuadina Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Faliqul Isbah Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author
  • Moh. Nurul Huda Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Author

Keywords:

Vernacularization of the Qur'an, Banyumasan Javanese Language, Hermeneutic, Sociology, Succesions of Interets, Problematics

Abstract

Tulisan ini mengkaji vernakularisasi Al-Qur'an Jawa Banyumasan dengan mempertanyakan suksesi kepentingan dan permasalahannya. Kajian kualitatif ini menggunakan formulasi hermeneutika Islah Gusmian yang mensyaratkan analisis ranah internal dan eksternal teks. Sosiologi pengetahuan Karl Mannheim dan teori habitus Pierre Bourdieu juga digunakan sebagai alat analisis untuk ranah eksternal. Data kajian dikumpulkan melalui observasi QTJB, literatur terkait, dan wawancara dengan tokoh masyarakat setempat. Hasil kajian mengungkapkan bahwa proyek QTJB merupakan langkah strategis pemerintah dan tokoh masyarakat setempat untuk mendekatkan Al-Qur'an dengan bahasa ibu mereka, sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya lokal yang dibalut dengan tujuan keagamaan. Di balik suksesi kepentingan ini, tampak terdapat permasalahan sistemik yang mengindikasikan adanya wacana pengembangan bahasa target untuk mengakomodasi bahasa sumber. Hal ini sebagaimana terpetakan dalam analisis elemen triadik hermeneutika, ideologi, dan wacana pembangunan. Sementara itu, melalui dua perspektif sosiologis yang menyasar ranah eksternal teks, penerjemah telah memainkan peran penting dalam pertarungan di arena lokalisasi ini, dan harus diakui bahwa pengalaman intelektual penerjemah belumlah cukup untuk mencapai kata-kata optimal, sehingga hasil terjemahannya memberi kesan tidak sesuai dengan bahasa sasaran.

References

Azra, A. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah & Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII Akar Pembaruan Islam Indonesia (Edisi Perenial). Prenadamedia Group.

Baidowi, A. (2020). Vernakularisasi Al-Qur’an Ala Pesantren (Kajian Tafsir al-Iklīl fī Ma’ānī al-Tanzīl Karya KH Misbah Mustafa). Dalam Tafsir Al-Qur’an di Nusantara (hlm. 103–131). Lembaga Ladang Kata.

Barjah. (2024). Ini Cerita di Balik Proses Penerjemahan Al-Qur’an Bahasa Daerah. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama RI. https://kemenag.go.id/nasional/ini-cerita-di-balik-proses-penerjemahan-al-quran-bahasa-daerah-pX44chttps://kemenag.go.id/nasional/ini-cerita-di-balik-proses-penerjemahan-al-quran-bahasa-daerah-pX44c

Faizin, H. (2021). Sejarah dan Karakteristik Al-Qur’an dan Terjemahnya Kementerian Agama RI. SUHUF, 17(2), 283–311. https://doi.org/doi:https//doi.org/10.22548/shf.v14i2.669

Gusmian, I. (2010). Bahasa dan Aksara Tafsir Al-Qur’an di Indonesia: Dari Tradisi, Hierarki, Hingga Kepentingan Pembaca. Tsaqafah, 6(1), 1–25.

Gusmian, I. (2015). Paradigma Penelitian Tafsir Al-Qur’an di Indonesia. Empirisma, 24(1), 1–10.

Gusmian, I. (2016). Tafsir Al-Qur’an Bahasa Jawa Peneguhan Identitas, Ideologi, dan Politik. SUHUF, 9(1), 141–168.

Hanafi, M. M. (2011). Problematika Terjemahan Al-Qur’an Studi Pada Beberapa Penerbitan Al-Qur’an dan Kasus Kontemporer. SUHUF, 4(2), 169–195.

Herusatoto. (2008). Banyumas: Sejarah, Budaya, Bahasa, dan Watak. LKiS Pelangi Aksara.

Husna, N. (2020). Akurasi dan Karakteristik Terjemahan Al-Qur’an dan Terjemahnya Bahasa Jawa Banyumasan. Al-Itqan, 4(2), 25–44. https://doi.org/doi.org/10.47454/itqan.v6i1.717

Isom, Moh. (2024). Melestarikan Bahasa Lokal Lewat Terjemah Al-Qur’an. Jakarta: Puslitbang LKKMO Kemenag RI. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama RI. https://kemenag.go.id/kolom/melestarikan-bahasa-lokal-lewat-terjemah-al-qur-an-GgHfa#:~:text=Rejang%20(2019).-,Osing%20(2022)%2C%20dan%20Malayu%20Jambi%2C%20Tolaki%2C%20Cirebon,bahasa%20daerah%20yang%20musti%20disasar

Isti’anah, & Surya, M. E. (2020). Terjemahan Al-Qur’ann Bahasa Jawa Banyumasan: Epistemologi dan Kontribusinya dalam Melestarikan Bahasa Lokal. At-Taisir: Journal of Indonesian Tafsir Studies, 1(1), 15–32.

Isti’anah, & Surya, M. E. (2021). Terjemah Al-Qur’an Bahasa Jawa Banyumasan: Latar Belakang dan Metode Penerjemahan. Alhamra: Jurnal Studi Islam, 2(1), 80–96.

Jendela Sastra. (2014). Wawancara Bersama Ahmad Tohari. https://www.jendelasastra.com/user/sastra-seratus-kilometer

Kaelan, M. S. (2008). Filsafat Bahasa: Masalah dan Perkembangannya. Paradigma.

Mannheim, K. (t.t.). Ideology and Utopia; an Introduction to the Sociology of Knowledge. Routledge & Kegan Paul Ltd.

Munafi, L. O. A. (2024). Teori Habitus dan Ranah Pierre Bourdieu. Dalam Teori Sosiologi (1st ed., hlm. 145–163). Eureka Media Aksara.

Munawir. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahnya Bahasa Jawa Banyumasan. Ibda’: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 17(2), 256–279. https://doi.org/10.24090/IBDA.VI7i2.3252

Munawir. (2020). Al-Qur’an dan Terjemahnya Bahasa Jawa Banyumasan. Dalam Tafsir Al-Qur’an di Nusantara (1st ed., hlm. 303–330). Lembaga Ladang Kata.

Priyadi, S. (2007). Cablaka sebagai Inti Model Karakter Manusia Banyumas. Diksi, 17(1), 11–18.

Priyadi, S. (2008). Banyumas: Antara Jawa dan Sunda. Mimbar Indah.

Rachmat, T. (2015). Kemenag Luncurkan Alqur’an Terjemahan Bahasa Banyumas, Minang, dan Dayak. Republika. https://republika.co.id/berita/nyewdp219/kemenag-luncurkan-alquran-terjemahan-bahasa-banyumas-minang-dan-dayak

Retnosari, H. (2013). Pergeseran Bahasa Jawa Dialek Banyumasan di Kalangan Remaja dalam Berkomunikasi (Studi Kasus di Desa Adimulya, Wanareja, Cilacap dalam Penggunaan Bahasa Banyumas) [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang.

Rohmana, J. A. (2017). Sejarah Tafsir Al-Qur’an di Tatar Sunda (2nd ed.). Mujahid Press.

Setiawan, H. (2024). Kemenag Terjemahkan Al Quran ke dalam 28 Bahasa Daerah di Indonesia, 10 di Antaranya Sudah Berformat Digital. Jawa Pos.

Syamsuddin, S. (2019). Pendekatan dan Analisis dalam Penelitian Teks Tafsir: Sebuah Overview. SUHUF, 12(1), 131–149.

Taufikurrahman. (2012). Kajian Tafsir di Indonesia. Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith, 2(1).

Tim Penerjemah. (2016). Al-Qur’an dan Terjemahnya: Bahasa Jawa Banyumasan (2nd ed.). Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Tim Penyusun. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya (Edisi Penyempurnaan 2019). Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Tim Redaksi. (2014). Kamus Bahasa Jawa Banyumasan-Indonesia (1st ed.). Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Tohari, A. (2012). Ronggeng Dukuh Paruk (Buku Pertama dari Trilogi). Gramedia.

Tohari, A. (2013). Bekisar Merah. Gramedia.

Ulfi, P. (2022). Dinamika Terjemah Al-Qur’an (Studi Komparasi Al-Qur’an Kementerian Agama RI dan Qur’an Karim dan Terjemahan Artinya) [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Salatiga.

Widyaningsih, R. (2014). Bahasa Ngapak dan Mentalitas Orang Banyumas: Tinjauan dari Perspektif Filsafat Bahasa Hans-Georg Gadamer. Jurnal Ultima Humaniora, 2(2), 186–200.

Downloads

Published

04-03-2026

How to Cite

MEMBINGKAI VERNAKULARISASI AL-QUR’AN BAHASA JAWA BANYUMASAN DENGAN RUMUSAN HERMENEUTIK: ANTARA SUKSESI KEPENTINGAN DAN PROBLEMATIKANYA. (2026). Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi Dan Humaniora, 2(2), 317-338. https://jurnal.qolamuna.id/index.php/JQ/article/view/265

Similar Articles

41-50 of 58

You may also start an advanced similarity search for this article.