PENGARUH KONTEN ISLAMI DI YOUTUBE TERHADAP PEMBELAJARAN AGAMA DI KALANGAN PELAJAR
Keywords:
Konten Islami; Literasi Digital; Pendidikan Islam; Risiko Epistemologis; YouTube.Abstract
Transformasi digital telah merekonstruksi pola transmisi pengetahuan agama di kalangan pelajar secara fundamental. YouTube muncul sebagai media pembelajaran alternatif yang menyediakan akses tanpa batas terhadap beragam konten Islami, mulai dari ceramah inspiratif hingga kajian tafsir Al-Qur’an. Artikel ini menyajikan analisis konseptual mengenai pengaruh konten Islami di YouTube terhadap proses pembelajaran agama pelajar, yang ditinjau melalui lensa literasi digital dan pendidikan Islam. Mengadopsi metode kajian literatur deskriptif-analitis, penelitian ini merujuk pada karya klasik Islam (turats), teori pembelajaran multimedia, serta literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun YouTube secara signifikan meningkatkan aksesibilitas ilmu agama dan memfasilitasi pembelajaran mandiri melalui pemrosesan kognitif ganda, platform ini membawa risiko epistemologis yang substansial. Risiko tersebut meliputi fragmentasi pemahaman agama akibat format mikro-video dan pelemahan otoritas keilmuan tradisional yang tergeser oleh popularitas berbasis algoritma. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai pendidikan Islam klasik seperti pembentukan karakter (tarbiyah), validasi sumber (sanad), serta etika pencarian ilmu (adab) dengan kompetensi literasi digital modern menjadi sangat mendesak. Sintesis ini diperlukan agar pembelajaran agama di era digital tetap mendalam, autentik, dan tidak tereduksi menjadi sekadar komoditas hiburan semata.
References
Abidin, Y. (2015). Pembelajaran multiliterasi: Sebuah jawaban atas tantangan pendidikan abad ke-21. Refika Aditama.
Agustian, A. (2025). Pemanfaatan media YouTube dalam pembelajaran PAI dan implikasinya terhadap pemahaman dan sikap religius. E-theses IAIN Curup. http://e-theses.iaincurup.ac.id/9083/
Al-Ghazali, A. H. (2011). Ihya’ ‘ulum al-din (Vol. 1-4). Dar al-Kutub al-‘ilmiyyah.
Al-Zarnuji, B. (2003). Ta’lim al-muta’allim tariq al-muta’allum. Dar Ibn Kasthir.
Buckingham, D. (2013). Media education: Literacy, learning and contemporary culture. Polity Press.
Dwi, R. P. M. (2023). Pengaruh konten YouTube ceramah keagamaan Islam terhadap perilaku peserta didik kelas IX di SMP Negeri 1. Repository UIN Raden Intan Lampung. https://repository.radenintan.ac.id/31820/
Husnizar, et al. (2026). Islamic religious education learning based on digital literacy to make students literate in religious information. Scaffolding. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v8i1.8659
Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Materi pendukung literasi digital. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511816819
Mujib, A., & Mudzakir, J. (2014). Ilmu pendidikan Islam. Kencana.
Saitama, R. N. F., et al. (2026). The digital Ummah: Islamic religious education as pathway to moral integrity in a connected world. Al-Muallim: Jurnal Studi Pendidikan Islam.
Sunoto. (2025). Pengaruh media sosial YouTube terhadap prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa di SMK NU 1 Adiwerna Kabupaten Tegal. Universitas Islam Sultan Agung Semarang. https://repository.unissula.ac.id/42723/
Syahda, O. (2022). Pengaruh penggunaan media sosial YouTube terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 25 Bengkulu Selatan. Repository IAIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. http://repository.iainbengkulu.ac.id/10135/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








